Jawa Barat merebut gelar juara putra dan Jawa Timur menjadi kampiun putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey Indoor 2026 kategori Tier 1. Kedua final di GOR Nambo Jaya Sport Centre, Kota Tangerang, Banten, Minggu (30/8/2026), sama-sama harus ditentukan lewat adu penalti.
Pada sektor putra, Jawa Barat menundukkan tuan rumah Banten dengan skor 2-2 (3-2). Di sektor putri, Jawa Timur menghentikan dominasi Jawa Barat setelah unggul 2-2 (2-0).
Peta kekuatan mulai bergeser
Selama delapan hari, 23–30 Agustus 2026, kejuaraan ini mempertemukan 24 tim dari 12 provinsi. Dua drama adu penalti di partai puncak menggambarkan persaingan hoki indoor nasional yang kian sulit ditebak.
Jawa Barat, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama, tidak lagi sendirian di puncak. Banten membuktikan tuan rumah bukan sekadar pelengkap, sementara Jawa Timur menegaskan sektor putri memiliki kekuatan baru yang layak diperhitungkan.
Sekretaris Jenderal PP Federasi Hockey Indonesia (FHI) Yasser Arafat Suaidy menilai perubahan itu sebagai bentuk pemerataan kekuatan. Dominasi Jawa Barat yang sempat kuat pada PON Aceh-Sumut 2024 mulai mendapat tantangan, terutama dari kebangkitan tim putri Jawa Timur.
Regenerasi lewat kuota U-19
Kejurnas 2026 dirancang dengan struktur berbeda. Kompetisi dibagi menjadi Tier 1 untuk tim peserta PON 2024 dan Tier 2 untuk tim non-PON, dengan regulasi pertandingan tetap mengacu pada ajang PON. Salah satu ketentuannya: setiap tim wajib menyertakan sedikitnya tiga atlet berusia di bawah 19 tahun.
Ketua Umum PP FHI Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono menyebut Kejurnas sebagai alat ukur pembinaan daerah.
“Kejurnas ini sangat strategis sebagai tolok ukur pembinaan prestasi di daerah-daerah. Kami berharap seluruh atlet tampil maksimal mengeluarkan performa terbaik dari hasil latihan selama ini,” kata Budi Sulistijono.
Kejuaraan berlangsung ketika sejumlah pemain nasional justru tidak berada di arena karena menjalani pemusatan latihan di Malaysia untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Gubernur Banten Andra Soni, yang juga Ketua Dewan Pembina FHI, menilai hal itu tidak mengurangi arti Kejurnas.
“Alhamdulillah teknik pemain-pemain kita semakin baik, padahal kejurnas ini tidak dihadiri pemain nasional yang sedang melakoni training camp di Malaysia untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dengan pembinaan berjenjang dan konsisten, olahraga olimpiade ini akan semakin diminati dan prestasinya semakin mendunia,” ujar Andra Soni.
Bobot poin menuju Olimpiade
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menempatkan Kejurnas dalam perspektif yang lebih luas. Menurutnya, hoki adalah cabang resmi Olimpiade dan kejuaraan nasional memiliki bobot poin National Championship yang sangat tinggi — bahkan melebihi akumulasi poin dari SEA Games maupun Asian Games.
“Hockey Indonesia bukan kaleng-kaleng. Kita sudah punya delapan atlet yang bermain di liga profesional luar negeri. Kejurnas ini adalah fondasi penting, dan kami siap melihat lahirnya atlet-atlet kelas dunia dari ajang ini,” kata Okto.
Banten siapkan fasilitas
Pemerintah Provinsi Banten berencana membangun lapangan hoki outdoor berstandar internasional di kawasan Banten Sport Center, bagian dari pengembangan kawasan olahraga yang juga mencakup fasilitas akuatik, atletik, beladiri, dan futsal. Rencana ini berkaitan dengan penunjukan Banten sebagai tuan rumah PON 2032 bersama Lampung.
Di Kota Tangerang, Wali Kota H. Sachrudin menginisiasi pembangunan GOR khusus hoki indoor pada 2027 untuk pembinaan atlet muda sekaligus persiapan PON XXXII.
Kejurnas dibuka oleh Gubernur Banten Andra Soni, dihadiri Ketua Umum PP FHI Budi Sulistijono, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, Sekjen FHI Yasser Arafat Suaidy, Ketua Pengprov FHI Banten HM Ali Hanafiah, dan Wali Kota Tangerang Sachrudin. Kota Tangerang hanya memiliki waktu persiapan sekitar satu setengah bulan untuk menggelar ajang ini.
Budi Sulistijono melihat kualitas yang muncul dari Kejurnas sebagai modal mempertahankan medali emas pada SEA Games Malaysia 2027.
Hasil lengkap Kejurnas Hockey Indoor 2026
Putra Tier 1
Juara: Jawa Barat
Runner-up: Banten (final 2-2, penalti 3-2)
Peringkat 3: Jawa Timur (kalahkan Jawa Tengah 5-2)
Putri Tier 1
Juara: Jawa Timur
Runner-up: Jawa Barat (final 2-2, penalti 2-0)
Peringkat 3: Nusa Tenggara Barat (kalahkan Jawa Tengah 2-0)
Putra Tier 2
Juara: DKI Jakarta
Runner-up: Kalimantan Timur (final 3-2)
Peringkat 3: Kalimantan Barat (kalahkan NTB 2-2, penalti 4-3)
Putri Tier 2
Juara: DKI Jakarta
Runner-up: Banten (final 2-2, penalti 2-0)
Peringkat 3: Kalimantan Timur (kalahkan DI Yogyakarta 1-0)
Berita resmi · Redaksi FHI · diverifikasi Sekretariat.